Kode 10 (ten code) ham radio

 

Kode 10

Arti kode 10

10-1

Sulit didengar // Penerimaan buruk

10-2

Didengar jelas // Penerimaan baik

10-3

Berhenti mengudara / memancar

10-4

Benar // Dimengerti

10-5

Ada pesan untuk disampaikan

10-6

Sedang sibuk kecuali ada berita penting

10-7

Mengalami kerusakan // Tak dapat mengudara

10-8

Tidak ada kerusakan // Dapat mengudara

10-9

Mohon diulangi

10-10

Penyampaian berita selesai

10-11

Berbicara terlalu cepat

10-12

Mengundurkan diri karena ada tamu

10-13

Laporan keadaan cuaca / jalanan

10-14

Informasi

10-15

Informasi sudah disampaikan

10-16

Mohon dijemput / diambil di ...

10-17

Ada urusan penting

10-18

Sesuatu untuk kita

10-19

Bukan untuk Anda, harap kembali

10-20

Lokasi // Posisi

10-21

Kontak / hubungan melalui telepon

10-22

Melapor langsung ke ...

10-23

Menunggu // Stand by

10-24

Selesai melaksanakan tugas

10-25

Dapat menghubungi / kontak dengan ...

10-26

Pesanan terakhir kurang diperhatikan

10-27

Pindah ke jalur / channel ...

10-28

Nama panggilan // Call sign

10-29

Waktu hubungan / kontak habis

10-30

Tidak menaati peraturan

10-31

Antena yang digunakan

10-32

Laporan sinyal dan modulasi // Radio check

10-33

KEADAAN DARURAT // EMERGENCY

10-34

Butuh bantuan, ada kesulitan di stasiun ini

10-35

INFORMASI RAHASIA

10-36

Jam berapa waktu yang tepat ?

10-37

PERLU MOBIL DEREK DI ...

10-38

PERLU AMBULANS DI ...

10-39

Pesan sudah disampaikan

10-40

PERLU DOKTER

10-41

Mohon pindah ke jalur / channel ...

10-42

ADA KECELAKAAN DI ...

10-43

Kemacetan lalu lintas di ...

10-44

Ada pesan untuk Anda

10-45

Dalam jangkauan mohon melapor

10-46

Memerlukan montir

10-50

Mohon kosongkan jalur / channel

10-60

Apakah ada pesan selanjutnya ?

10-62

Tidak dimengerti, melalui telepon saja

10-63

Tugas / pekerjaan dilanjutkan di ...

10-64

Pekerjaan telah selesai / bersih

10-65

Menunggu berita lanjutan

10-67

Semua unit setuju

10-69

Pesanan telah diterima

10-70

KEBAKARAN DI ...

10-71

Pesawat KRAP (RIG) yang dipakai

10-73

Kurangi kecepatan di ...

10-74

Tidak // Negatif

MODIFIKASI 3 BAND RADIO YAESU FT180A DENGAN DDS VFO

Ini adalah tulisan dari Om Andi Sutandi di : radiotengkorak.blogspot.com
Beliau mahir kotak-katik radio . Tulisan ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk modif FT-180A

Artikel sebelumnya yang terkait dengan Modifikasi ini di link dibawah ini :
http://radiotengkorak.blogspot.com/2012/12/modifikasi-tranceiver-yaesu-ft180a.html
Hallo rekan2 sehobi pengunjung setia blog RT apa kabar?
Semoga kabar baik menyertai anda sekeluarga dan semoga juga masih tetap mencintai hobi anda masing2.
Kali ini saya ingin mensharing pengalaman saya dengan anda mengenai Modifikasi 3 Band Radio Yaesu FT180A dengan DDS VFO, yang bekerja pada band 80M, 40M, dan 26M (11Mc).
Sesuai juga dengan beberapa permintaan rekan2 setia pengunjung blog RT yang meminta untuk di tulis kembali artikel mengenai modifikasi radio FT180A ini terutama agar bisa bekerja juga pada mode LSB/USB untuk band 80M, 40M dan 26M walaupun radio ini secara default dari pabriknya rata2 tidak mempunyai/tidak ada dipasang xtal filter untuk mode LSB dan yang ada cuma xtal filter untuk mode AM dan USB saja.
Dan untuk membantu rekan2 yang masih bingung dalam hal ini, maka saya dengan berbekal pengalaman di lapangan saja selama menekuni modifikasi FT180A ini mencoba mensharing pengalaman dengan anda dan semoga bisa berguna/bermanfaat. Amin...
Berhubung waktu saya yang terbatas maka artikelnya akan saya tulis sebagian demi sebagian ya...mohon maaf...

RF Unit Yaesu FT180A yang sudah dipasangkan coil BPF 3 Band dan RX/TX jumper, LPF jumper

Seperti juga artikel2 saya sebelumnya tentang modifikasi FT180A ini, pertama yang harus kita kerjakan adalah membuat lilitan coil BPF dan memasangkannya pada blok RF Unit seperti contoh pada gambar diatas terlihat coil BPF yang sudah terpasang untuk 3 band 80M, 40M dan 26M.
Dan juga kita harus mengerjakan RX/TX jumper lurus untuk operasi simplex seperti terlihat pada gambar diatas dengan lingkaran merah, juga kerjakan LPF jumper untuk ke 3 band yang dipakai sesuai dengan frekwensi kerjanya masing2.

RF Unit Yaesu FT180A dengan coil BPF 80M, 40M, 26M 

Gambar diatas adalah close up coil BPF untuk 3 band yang dipasangkan pada CH 1 : 80M, CH 2 : 40M, CH 3 : 26M pada blok RF Unit Yaesu FT180A

RF Unit Yaesu FT180A dengan RX/TX jumper dan LPF jumper

Gambar diatas ini close up RX jumper dan TX jumper dan juga LPF jumper.
Untuk operasi simplex kerjakan jumper lurus pada RX/TX jumper seperti contoh pada gambar yang dilingkari, sedangkan untuk LPF jumper kerjakan sesuai band/frekwensi kerjanya masing2.

X'tal Filter Yaesu FT180A untuk mode AM dan USB

Gambar berikut diatas ini adalah close up dari X'tal Filter Yaesu FT180A yang secara default dari pabriknya biasanya hanya ada 2 buah Xtal filter yang terpasang untuk mode AM dan USB saja, sedangkan untuk mode LSB tidak ada terpasang X'tal Filternya alias kosong cuma ada tempatnya saja seperti terlihat pada gambar diatas.
Nah...sekarang baru terpikir dan selalu menjadi permasalahan saya bukan anda hehehe...
Bagaimana caranya supaya bisa juga bekerja di mode LSB seperti pada band 80M dan 40M ?
Seperti banyak pada web blog rekan2 lain yang menjelaskan tentang modifikasi FT180A ini supaya bisa bekerja juga pada mode LSB untuk band 80M dan 40M dengan cara membuat frekwensi kerjanya dibawah frekwensi X'tal Filternya.
Contoh berikut ini :
Misal kita mau bekerja di 40 Meter  mode LSB dari 7.000 - 7.100MHz maka perhitungan frekwensi kerjanya sbb :
F1 = 10.7 - 7.0 = 3.7MHz dan F2 = 10.7 - 7.1 = 3.6MHz.

Jadi untuk bisa bekerja dari 7.000 - 7.100MHz dengan mode LSB, maka frekwensi out dari DDS harus bekerja antara 3.6 - 3.7MHz..

Saya sudah mencoba melakukan modifikasi FT180A untuk band 80M dan 40M mode LSB  dngan DDS dengan cara mengerjakan frekwensi kerjanya dibawah frekwensi IF/Xtal filternya ( 10.7MHz ), seperti pada contoh perhitungan diatas, tapi hasilnya nggak bisa ketemu frekwensinya yang pas pada mode LSBnya, kalau mode USB sih...nggak masalah karena memang X'tal filter untuk mode USB sudah tersedia.

Pokoknya dengan berbagai cara ditempuh, readjusting Trimer Capacitor pada X'tal BFO nya dll, dan tetap hasilnya nggak memuaskan.

Bahkan kalau pakai DDS diseting minus ( - ) frekwensi IF nya dengan tujuan frekwensi kerja supaya bekerja dibawah frekwensi X'tal Filternya, malahan DDS nya tidak bekerja atau tidak mengeluarkan frekwensi outnya.

Akhirnya tetap DDS dikerjakan pada mode USB dengan cara seting plus ( + ) frekwensi IF nya, tapi sekarang dicoba dengan cara menggeser frekwensi BFO nya dengan harapan bisa juga bekerja pada mode LSB, tapi hasilnya mengecewakan juga :-(
Setelah melalui proses pemikiran dan teringat dengan sistim mode LSB/USB yang dipakai pada radio CB, akhirnya timbul ide untuk menirukannya,
Dan setelah melalui hasil uji coba, ternyata hasilnya sudah memuaskan, tercapai sesuai harapan.
Dengan cara memodif sedikit pada sekitar rangkaian X'tal BFO pada Local Unit dan menambahkan rangkaian sejenis DC switch untuk mode LSB nya yang dirakit diatas pcb lobang yang berukuran kecil saja.
Untuk menjelaskan lagi kepada anda, silahkan perhatikan skematik2 berikut dibawah ini :

Carrier/Local Unit FT180A aslinya sebelum dimodif

Carrier/Local Unit FT180A dengan lingkaran merah yang akan dimodif

Carrier/Local Unit FT180A yang sudah dimodif  sedemikian rupa agar bisa ditambahkan mode LSB

Carrier/Local Unit FT180A yang sudah dimodif dan ditambah sirkuit untuk mode LSB

Pada modif seperti pada skematik diatas untuk Clarifier pada knob radio di cover depan radio Yaesu FT180A tidak saya fungsikan lagi supaya tidak membingungkan, karena pada DDS sudah ada fasilitas untuk RIT sebagai pengganti Clarifier bawaan radio.

Carrier/Local Unit FT180A yang sudah digambar ulang sesuai gambar sebelumnya diatas sebagai ilustrasi apa yang diinginkan pada gambar sebelumnya

Rangkaian tambahan yang merupakan DC switch untuk mengaktifkan Trimer Capasitor/TC mode LSB

Rangkaian tambahan seperti pada gambar diatas adalah merupakan rangkaian DC switch yang berfungsi untuk mengaktifkan/menonaktifkan mode LSB sehingga frekwensi BFO nya bisa di geser dengan cara menyetel Trimer Capasitor/TC untuk mode LSB dan dikontrol dengan tegangan antara 5 - 12 Volts pada kaki Basis transistor tipe C1815 melalui resistor 5K6,
Sehingga pada posisi saklar mode LSB di ON kan, maka transistor C1815 yang berfungsi sebagai saklar akan bekerja dan mengeluarkan tegangannya melalui kaki Colectornya ke Trimer Capasitor/TC mode LSB, sehingga TC ini bisa di adjust untuk menggeser frekwensi BFO nya dari posisi mode USB ke posisi mode LSB.
Dan sebaliknya kalau saklar mode LSB di OFF kan, maka sekarang akan berpindah lagi pada mode USB lagi normalnya.
Untuk DDS yang mempunyai fasilitas Switch Mode LSB/USB, atau pada pin Swich Mode ini akan mengeluarkan tegangan +5V yang bisa di masukkan tegangannya ke transistor DC Switch C1815 tadi melalui resistor 5K6 sehingga otomatis ketika kita menekan saklar mode LSB/USB pada DDS akan berpindah modenya dari LSB ke USB atau sebaliknya.
Jadi keuntungan kita yang didapat dari modif seperti ini, disemua band 80M, 40M, 26M tetap bisa bekerja dengan mode LSB maupun USB kalau diperlukan di band mana saja bisa tanpa harus merubah frekwensi kerjanya dibawah frekwensi IF.
Frekwensi kerja DDS tetap diseting diatas frekwensi IF selamanya supaya tidak ada masalah juga dengan pembacaan frekwensinya pada layar LCD DDS nya.

Local Unit Yaesu FT180A dengan rangkaian tambahan untuk mode LSB

Local Unit Yaesu FT180A dengan rangkaian tambahan untuk mode LSB dalam tanda lingkaran merah

DDS VFO COMPACT yang  dipakai untuk modif FT180A
hasil karya rekan saya mas Paiman dari Malang

Local Unit Yaesu FT180A tampak bawah, dimodif untuk menginjeksikan DDS

Pada gambar diatas terlihat kabel out DDS ( kabel warna kuning ) diinjeksikan pada kaki basis Q1 melalui kapasitor 0.1uF dan juga pada kaki basis Q1 ada sebuah resistor 4K7 ke tegangan + untuk pemberian bias + nya pada transistor Q1 supaya tetap bekerja.
DDS out bisa diinjeksikan langsung pada basis transistor Q1 pada pcb local unit, yang sudah sedikit dimodif seperti pada skema local unit tadi ditas, bisa juga di tambahkan terlebih dahulu kapasitor 0.1uF antara kabel dari out DDS dengan titik kaki Basis Q1 ataupun langsung tanpa kapasitor.
Seperti yang terlihat pada skema yang sudah dimodif, ada tambahan resistor 4K7 pada kaki Basis transistor Q1 ke jalur tegangan + sebagai pengganti tegangan + yang sebelumnya datang dari arah 6 dioda  switch chanel, supaya transistor Q1 ini tetap bekerja dengan tetap mendapatkan bias + walaupun jalur pcb yang menuju ke 6 dioda switch sudah dipotong jalurnya ( lihat skematiknya ).

Relay Band Switch 80M, 40M, 26M

Gambar diatas ini adalah Relay Band Switch untuk 3 band 80M, 40M dan 26M, adalah unit tambahan yang dirakit pada pcb lobang yang berfungsi untuk menggantikan Saklar Rotary Chanel pada FT180A.
Dengan menggantikan fungsi daripada Saklar Rotary Chanel tersebut dengan Unit Relay Band Switch ini, perpindahan bandnya bisa langsung dikontrol sekaligus dengan DDS seiring perpindahan bandnya secara otomatis relay2nya akan memilih/menyambungkan/menyesuaikan dengan BPF dan LPF nya dan Saklar Rotary Chanel tidak difungsikan lagi selamanya.

Skematik Relay Band Switch 80M, 40M, 26M untuk modif Yaesu FT180A dengan DDS

Untuk skematik Relay Band Switch seperti yang terlihat diatas masing2 tiap band hanya memerlukan sebuah relay 2 induk, dengan komponen pendukung sebagai relay drivernya cukup menggunakan transistor C1815 yang bekerja sebagai DC Switch yang bertugas untuk mengaktifkan/menonaktifkan relaynya sesuai dengan band yang dipilih dan kaki basis trassistor C1815 ini mendapatkan tegangan umpan +5V dari band switch DDS melalui sebuah resistor 5K6, sehingga relay akan bekerja untuk menghubungkan relay LPF dengan - (gnd ), sehingga LPF yang terpilih aktif.
Dan induk relay lainnya akan menghubungkan tegangan +8V dengan RX/TX band, sehingga membuat BPF yang terpilih sesuai bandnya aktif.
Karena fungsi Relay Band Switch Unit yang dikontrol DDS sudah menggantikan Saklar Rotary Channel FT180A, maka soket2 kabel dari Saklar Rotary Channel yang menuju ke board RF Unit di lepas saja seperti J10, J11, J12.
Dan kabel +8V yang datang dari Relay Band Switch Unit bisa disolderkan langsung pada J11 atau J12 (RX/TX Band ) sesuai chanelnya yang dipakai, setelah soket P11 dan P12 dari Saklar Rotary Channel sudah dilepas terlebih dahulu.
Keterangan : Sebelumnya  tegangan +8V pada J11, J12 ini datang dari Saklar Rotary Channel
Misal pada modifikasi saya ini ch 1 untuk 80M, ch 2 unutk 40M dan ch 3 untuk 26M atau lihat pada soket J11 dan J12 ada nomor chanel di pcbnya.

Relay Band Switch 80M, 40M, 26M, tampak bawah

Selamat mencoba dan semoga sukses
Disclaimer :
Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang mungkin terjadi pada radio Yaesu FT180A anda, setelah anda melalukan modifikasi ini.

MODIFIKASI TRANCEIVER YAESU FT 180 A

Ini adalah tulisan dari Om Andi Sutandi di : radiotengkorak.blogspot.com
Beliau mahir kotak-katik radio . tulisan ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk modif FT-180A

 

Hallo rekan2 cber/homebrewer pengunjung setia blog RT, atas permintaan beberapa rekan maka pada kesempatan ini saya akan menulis artikel tentang modifikasi Yaesu FT180A.
Mudah2an saya bisa mengupas tuntas mengenai cara memodifikasi radio Yaesu FT180A ini ke band lain.
Langsung saja pada sasarannya sbb :
Silahkan lihat gambar dibawah berikut ini

RF Unit Yaesu FT180A, untuk operasi normal (simplex), lakukan jumper seperti pada gambar
Dari gambar diatas terlihat untuk jumper LPF adalah Ch 6 dijumper ke LPF untuk frekwensi 11.1MHz s/d 18.0MHz (tanda lingkaran warna biru), tapi transformer BPF belum dipasang di Ch 6, sedangkan pada Ch 1 sudah terpasang sepasang transformer BPF bawaan aslinya dari Yaesu FT180A bekas channel emergency. lilitannya bisa dirubah/dililit ulang untuk dipakai modif ke frekwensi lain.

Gambar diatas adalah RF Unit Yaesu FT180A yang akan anda temukan apabila kita buka cover atas radio.
Pada unit inilah sebenarnya yang paling banyak dilakukan  perubahan seperti melakukan jumper RX Band, TX Band, LPF dan kita harus membuat lilitan transformer BPF nya.
Secara default radio FT180A ini menyediakan 3 channel untuk operasi duplex jika diperlukan yaitu dengan sengaja menyediakan titik2 jumper pada TX Band di ch 1 - 3 (jumper sebelah kiri pada gambar diatas) dan pada RX band di ch 4 - 6 (jumper sebelah kanan pada gambar).
Untuk operasi normal atau frekwensi RX sama dengan frekwensi TX atau disebut juga Simplex, lakukan jumper seperti pada gambar diatas.
Lakukan penjumperan seperti diatas walaupun anda tidak menggunakan semua channel, ini hanya untuk jaga2 dikemudian hari saja siapa tahu anda akan  menggunakan ke enam channelnya.
Pada gambar diatas terlihat CH1 - A dan CH1 - B sudah terisi transformer BPF pada Channel 1. Biasanya memang kalau kita mendapatkan radio ini yang masih asli belum dimodif, minimal ada satu channel yang sudah terisi transformer BPF untuk Channel Emergency biasanya di channel 1 default dari pabriknya.
Dan jika diperlukan channel 1 ini bisa kita rubah lilitan kedua transformernya sesuai dengan frekwensi kerja yang kita perlukan.
Untuk membatasi supaya artikelnya tidak terlalu panjang, maka akan saya ambil salah satu contoh saja yaitu Modifikasi Yaesu FT180A ke 11.410MHz s/d 11.435MHz dengan Oscilator X'tal 6 Channel.
Untuk ke frekwensi lain pada dasarnya sama saja tinggal mengganti lilitan transformer BPF, merubah jumper LPF dan untuk oscilatornya bisa menggunakan VFO, VXO, PLL, FLL dll.
Pada RF Unit hanya terdapat 12 transformer BPF untuk 6 channel, yang terdiri dari 6 channel di tanda A pada gambar diatas dan 6 channel di tanda B pada gambar diatas.
Tujuan saya menandai CH1 - CH6 di A dan CH1 - CH6 di B untuk memudahkan mengindentifikasi dalam pembahasan berikutnya untuk cara membuat lilitannya BPF nya, biar nggak ketukar.
Memang saya akui agak sedikit bingung yang saya rasakan ketika pertama kali memodifikasi FT180A ini, terutama cara membuat lilitan/cara melilit kawat untuk BPF nya.
Karena kenyataannya antara skematik dan susunan kaki BPF pada pcb nya berbeda.
Nah...untuk membantu anda supaya tidak membingungkan dalam membuat transformer BPF nya, gambar berikut dibawah ini adalah cara melilit transformer BPF dan susunan kakinya yang berlaku pada pcb RF unit Yaesu FT180A.

Keterangan Lilitan BPF untuk 11.400 - 11.500MHz
Lilitan dibuat pada transformer IF 10.7MHz dengan ukuran kawat yang sama 

FREQ. RANGE

MODIFICATION

KIT NO.

FREQUENCY

RANGE

TRANSFORMER

TO 02 s/d TO 13

CAPACITOR

C21 s/d C26

C53 s/d C58

DATA TRANSFORMER

02 s/d 13

D3000116

1.5 – 2.0 MHz

L0020 973

2X

Dipped mica 50WV

180 pF 2X

Layer 1 = 3 Turn

Layer 2 = 30 Turn

Layer 3 = 25 Turn

D3000117

2.0 – 2.5 MHz

L0020 973

2X

Ceramic (NPO) 50WV

100 pF 2X

D3000118

2.5 – 3.0 MHz

L0020 973

2X

Ceramic (NPO) 50WV

68 pF 2X

D3000119

3.0 – 3.5 MHz

L0020 974

2X

Ceramic (NPO) 50WV

150 pF 2X

Layer 1 = 3 Turn

Layer 2 = 16 Turn

Layer 3 = 11 Turn

D3000120

3.5 – 4.8 MHz

L0020 974

2X

Ceramic (NPO) 50WV

82 pF 2X

D3000121

4.8 – 5.0 MHz

L0020 974

2X

Ceramic (NPO) 50WV

68 pF 2X

D3000122

5.0 – 6.0 MHz

L0020 975

2X

Cerramic (NPO) 50WV

68 pF 2X

Layer 1 = 2 Turn

Layer 2 = 13 Turn

Layer 3 = 9 Turn

D3000123

6.0 – 7.0 MHz

L0020 975

2X

Ceramic (NPO) 50WV

39 pF 2X

D3000124

7.0 – 8.0 MHz

L0020 976

2X

Ceramic (NPO) 50WV

68 pF 2X

Layer 1 = 2 Turn

Layer 2 = 10 Turn

Layer 3 = 7 Turn

D3000125

8.0 – 9.0 MHz

L0020 976

2X

Ceramic (NPO) 50WV

47 pF 2X

D3000126

9.0 – 9.7 MHz

L0020 977

2X

Ceramic (NPO) 50WV

39 pF 2X

Layer 1 = 2 Turn

Layer 2 = 8 Turn

Layer 3 = 6 Turn

D3000127

11.7 – 14.0 MHz

L0020 977

2X

Ceramic (NPO) 50WV

22 pF 2X

D3000128

14.0 - 17.0 MHz

L0020 977

2X

Ceramic (NPO) 50WV

10 pF 2X

D3000129

17.0 – 18.0 MHZ

L0020 977

2X

Ceramic (NPO) 50WV

7 pF 2X

Untuk modif ke band lainnya silahkan lihat daftar lilitan coil BPF beserta ukuran capacitornya pada tabel diatas.
Semua penjelasan diatas anggap saja sebagai pendahuluan dan untuk lebih jelasnya lagi, saya akan ulangi lagi dari awal sekali untuk modifikasi Yaesu FT180A ke 11.410 s/d 11.435MHz 6 channel dengan oscilator X'tal sebagai contoh.
Biar bisa bekerja pada 11.400MHz - 11.500MHz, maka kita harus buat lilitan BPF untuk frekwensi tsb, seperti keterangan pada gambar diatas.
Perhatikan susunan kaki2 pada trafo BPF tsb karena kenyatannya antara skematik dan di pcb berbeda.
Sebagai bahan panduan untuk anda cara melilitkan kawat dan menempatkan  pada kaki2 trafo BPF silahkan perhatikan pada gambar diatas.
Misalkan anda mau modif radio ini ke 11MHz, maka anda harus menentukan dulu channel berapa yang mau dipakai untuk menempatkan BPF nya yg sudah kita buat tadi untuk 11MHz.
Pengalaman saya pertama kali memodif radio ini, saya buat BPF nya sebanyak 12 buah trafo BPF.
dengan tujuan saya pada waktu itu biar bisa bekerja untuk 6 channel di 11.410, 11.415, 11.420, 11.425, 11.430 dan 11.435Mhz.
Jadi masing2 channel dari jumlah 6 channel yang tersedia terisi penuh dengan trafo BPF.
Cara tersebut sebenarnya tidak keliru cuma nggak praktis dan ekonomis saja. Selain banyak menyita waktu kita hanya untuk melilit BPF sebanyak 12 trafo untuk frekwensi yang sama hehehehe.
Lagian kerugiannya karena ke 6 channelnya sudah habis terpakai jadi nggak bisa lagi dikembangkan/ditambah lagi untuk band lain, seperti 80 meters dan 40 meters untuk selanjutnya.
Nah...sekarang bagaimana supaya cukup memakai 1 channel saja untuk modif ke 11MHz. Boleh dipakai channel 1, channel 2 atau...terserah anda di cahannel mana saja.
Yang terpenting nanti jangan sampai keliru sewaktu menjumper LPF nya, harus sesuai dengan channel yang dipakai.
Misal kalau kita memakai channel 6, maka pada jumper LPF titik channel 6 yang dijumper ke titik LPF 11.1MHz - 18.0MHz atau titik LPF paling akhir pada pcb RF Unit.
Demikian pula berlaku sama untuk channel lainnya dan pastikan pula jumper RX band dan TX band sudah dilakukan supaya signal/carriernya sampai ke titik LPF, tidak terputus ditengah jalan.
Untuk menggunakan 1 channel saja tapi bisa bekerja untuk 6 channel di 11MHz misal dari 11.410MHz sampai 11.435MHz, maka kita harus melakukan penjumperan lagi, untuk tegangan continue +8Volts ke trafo BPF yang akan digunakan, yang sebelumnya tegangan ini kita dapatkan melalui saklar rotary channel.
Jadi sebelumnya gantian setiap channelnya mendapat tegangan continue +8Volts sesuai saklar rotary channelnya apabila diputar ke arah nomer channelnya.
Misal kalau saklar rotary channel diputar menunjuk channel nomer 6, maka hanya jalur channel ini saja yang trafo BPF, serta X'tal untuk channel 6 saja yang mendapatkan tegangan +8Volts dalam artian hanya channel 6 ini saja yang sedang aktif bisa tx maupun rx, sedangkan channel lainnya posisi off, karena tidak mendapatkan tegangan 8V ke trafo BPF dan X'talnya.
Untuk modif yang pakai xtal 6 channel, dalam melakukan penjumperan tegangan continue +8Volts berlaku atau ditujukan khusus untuk BPF nya saja, sedangkan untuk oscilator xtalnya harus mengikuti perputaran saklar rotary channel karena setiap channel terisi frekwensi yang berbeda dari 11.410MHz sampai 11.435MHz supaya frekwensinya tetap berubah sesuai nomer channelnya. Jadi tidak diperlukan penjumperan, biarkan seperti aslinya saja.
Oleh karena itu maka kita hanya perlu menjumper Resistor pada BPF tanda A pada gambar diatas R15 s/d R20 dan juga resistor pada BPF tanda B pada gambar diatas R44 s/d R49 langsung ke tegangan continue +8Volts yang bisa kita dapatkan dengan cara menjumpernya dengan kabel kecil saja ke  soket yang ada tanda +8V pada J08 pin nomer 1. Tapi sebelumnya anda harus potong dulu sedikit jalur pcb yang datang dari arah soket untuk saklar rotary channel.
Potongnya dekat kaki resistornya saja biar kelihatan rapi atau kalau anda merasa sayang untuk memotong jalur pcb tsb, angkat saja sebelah kaki resistor tsb dan solderkan kabel lalu jumper ke J08 pin nomer 1 yaitu +8Volts continue.
Dengan kita melakukan jumper seperti ini tujuannya adalah sekarang walaupun saklar rotary channel kita putar dari ch 1 sampai ch 6 tidak akan berpengaruh pada pemilihan BPF nya. Tetap saja yang akan bekerja adalah sepasang BPF yang dipasang di channel 6 tadi (seperti contoh). sedangkan xtalnya berubah sesuai channel.
O'ya...untuk penjumperan tegangan +8Volts ini ke BPF tidak semua resistor R15 s/d R20 dan R44 s/d R49 dijumper. Tapi lakukan pada channel yang akan dipakai saja.
Seperti contoh : Kalau kita akan menggunakan ch 6 saja, yang sebelumnya sudah kita isi dulu dengan sepasang BPF di tanda A dan tanda B, maka resistor yang harus dijumper adalah R20 dan R49 saja. karena resistor ini untuk BPF channel 6.
Dengan demikian kita hanya perlu membuat sepasang trafo BPF saja atau hanya 2 buah saja, kemudian kita pasangkan di ch 6 tanda A dan ch 6 tanda B pada keterangan gambar diatas sebelumnya, jangan sampai kebalik trafo BPF untuk A dan untuk B.
Sebenarnya saya juga buat trafo BPF yang bisa dipasang baik di A maupun di B. Nanti berikutnya akan saya kupas juga.
PEMASANGAN X'TAL DAN MODIF CLARIFIER
Setelah semua pekerjaan modif diatas kita kerjakan...sekarang tiba saatnya memasang xtal pada X'tal Oscilator Unit serta perlu juga melakukan modifikasi clarifiernya.

X'tal Oscilator Unit Yaesu FT180A
Untuk bekerja di 11.410MHz s/d 11.435MHz X'tal yang dipasang adalah 22.1184MHz

Skematik X'tal Osc Unit Yaesu FT180A

Pada gambar diatas terlihat 6 buah xtal 22.1184MHz terpasang disetiap channel pada X'tal Oscilator Unit.Semua xtal diatas baru asal pasang saja belum dilakukan adjusment biar tepat frekwensi yang diinginkan untuk setiap channelnya.
ADJUSMENT FREKWENSI X'TAL
Untuk adjusment setiap Trimer Capacitor atau TC sbb :
Tepatkan dahulu clarifier atau potensiometer CLAR tepat pada arah jam 12, kemudian adjust trimer capacitor channel masing2 sesuai frekwensi yang kita inginkan.
Misal Ch 1 frekwensinya harus di adjust/dituning pada 11.410MHz., dengan bantuan radio lain/radio allband pada frekwensi yang diinginkan.
Contoh : Putar TC01 untuk Ch 1, sampai pas terdengar jelas atau suara feedback yang pas terdengar di radio bantuan tadi. Demikian juga berlaku cara yang sama untuk Ch lainnya sampai channel terakhir atau Ch 6.
Memang pada kenyataannya tidak semudah teori diatas untuk mendapatkan frekwensi yang diinginkan pada setiap channelnya.
Kenyataan yang terjadi untuk mendapatkan frekwensi 11.410MHz atau pada Ch 1, ternyata menurut pengalaman saya harus membuang TC01=10pF, dan menggantinya dengan sebuah coil yang dililit sekitar 10 - 20 lilit pada koker berinti ferit ukuran 5mm (bisa pakai picnic coil) dengan ukuran kawat 0.1mm atau sebesar kawatnya trafo IF atau boleh di coba2 lilitannya sampai resonan pada 11.410MHz, kalau inti feritnya diputar sebagai pengganti TC01.
Rubah jumlah lilitannya kalau dirasa kurang pas bekerja pada 11.410MHz.
Kemudian setelah frekwensi 11.410MHz sudah kita dapatkan tepat bekerja di 11.410MHz pada Ch 1, selanjutnya kita pindahkan saklar rotary channel pada Ch 2.
Untuk frekwensi 11.415MHz pada Ch 2 coba dulu putar TC02=10pF sampai pas terdengar di radio bantuan pada frekwensi yang sama. Kalau belum tepat atau dirasa kurang zerobeat dan belum juga tercapai frekwensinya walaupun kita sudah merubah capasitor pararelnya C04=30pF dengan cara menguranginya  atau memperbesar sedikit ukurannya dari 30pF, tapi jangan merubah clarifier atau CLAR tetapkan saja pada arah jam 12 biar sama hasilnya disetiap channel.
Coba lakukan hal sang sama dengan mengganti TC02 dengan sebuah coil berinti ferit untuk mengadjusnya seperti sebelumnya untuk 11.410MHz.
Apabila frekwensi 11.415MHz pada channel 2 sudah kita dapatkan dengan pas, sekarang tiba saatnya kita pindah ke channel berikutnya yaitu channel 3 harus bekerja pada 11.420MHz.
Biasanya untuk mendapatkan frekwensi 11.420MHz pada Ch 3 ini sanagat mudah tanpa harus merubah/menambahkan coil. Cukup seperti rangkaian yang sudah ada seperti aslinya. Tinggal putar saja TC03 akan langsung kita dapatkan dengan mudah frekwensinya pada 11.420MHz.
Demikian pula untuk Ch 4 atau frekwensi 11.425Mhz akan mudah juga kita dapatkan frekwensinya, dengan memutar TC04, jadi sama seperti pada Ch 3 diatas tidak perlu melakukan perubahan apapun, ya...kalaupun mungkin kurang pas buang saja/lepas capacitor C08, silahkan di coba2 saja.
Nah...untuk Ch 5 dan Ch 6 atau 11.430MHz dan 11.435MHz, buang capasitor 30pF yang pararel dengan masing2 TCnya yaitu TC05 dan TC06.
Dan khusus untuk Ch 6 biasanya kita bisa dapatkan frekwensi 11.435MHz, tapi tidak stabil, suka hilang2 dan beberapa kali kita harus mengulangi mengadjusnya lagi.
Untuk memecahkan masalah tersebut supaya stabil maka xtal 22.1184MHz untuk Ch 6 atau frekwensi 11.435MHz ini harus dipararel, jadi harus menggunakan 2 buah xtal 22.1184MHz.
Xtal pararelannya boleh dipasang dibawah pcbnya.
Demikian pula terkadang untuk Ch 5 atau 11.430MHz kurang stabil juga, maka apabila anda menemui masalah seperti ini, pararelkan juga xtalnya.
Jadi persiapan jumlah xtal yang kita perlukan untuk modif ini perlu 8 buah xtal.
Ch1=1 xtal, Ch2=1xtal, Ch3=1xtal, Ch4=2xtal dan Ch5=2xtal. Setiap xtal nilainya sama 22.1184MHz, karena Yaesu FT180A ini memakai X'tal Filter 10.7MHz.
Setelah semua adjusment/tuning untuk masing2 frekwensi/channel kita selesai, sekarang kita lakukan modifikasi untuk clarifiernya atau CLAR, pada unit X'tal Osc Unit ini.
MODIF CLARIFIER

Cara Modifikasi Clarifier atau CLAR supaya berfungsi baik RX maupun TX

Caranya sbb :
Kalau anda melihat skema dari X'TAL OSC UNIT ini, maka akan terlihat untuk rangkaian clarifiernya secara default dari pabriknya, pada saat tx potensiometer CLAR tidak berfungsi walaupun di putar2, karena pada waktu tx tegangan TX 8V masuk kerangkaian clarifier untuk tx tanpa melalui potensiometer CLAR yang knobnya di cover depan radio, dan tegangan TX 8V ini keluar pada saat tx saja.
Pada saat rx, tegangan RX 8V masuk ke rangkaian clarifier rx yang tegangannya bisa diatur/dirubah dengan memutar potensiometer CLAR
Jadi kesimpulannya CLAR hanya berfungsi pada saat RX saja secara default dari pabriknya.
Sekarang bagaimana caranya supaya CLAR tsb bisa berfungsi pada RX maupun TX ?
Caranya cukup mudah tinggal memotong 2 buah kabel saja yang berwarna MERAH untuk TX 8V dan yang berwatna Orange untuk RX 8V (atau lihat skema X'tal Osc Unit) dan warna kabel yang saya sebutkan bisa dilihat langsung di pcb X'tal Osc Unit nya.
Setelah kedua kabel tadi kita potong, kemudian solderkan sedikit kabel kecil saja pada titik RX 8V yang sudah dipotong tadi dan ujung kabel yang lainnya solderkan ke titik 8V continue.
Untuk mendapatkan tegangan 8V continue bisa diambil di titik 8V atau pada ujung R20 dengan C19 pada pcb yang sama untuk X'tal Osc Unit (lihat skema).
Bekas titik TX 8V yang sudah dipotong tadi biarkan saja karena nggak dipergunakan lagi.
Selesai sudah untuk cara modif CLAR nya.

Rasanya sudah selesai bahasan kita tentang modif Yaesu FT180A ke 11.410MHz - 11.435MHz dengan Xta'l Oscilator.
ADJUSMENT COIL BPF
Sudah merupakan keharusan apabila kita sudah menyelesaikan modif apalagi ada hubungannya dengan lilitan/coil yang sudah kita buat seperti coil BPF, maka harus dilakukan adjusment/tuning  dengan memutar inti feritnya dari coil tersebut.
Setelah semua langkah2 modif sudah lengkap dilakukan, sekarang tiba satnya untuk proses adjusment.
Untuk keterangan lengkap proses cara adjusment ini sudah  tersedia di buku manualnya.
saya hanya akan menerangkan sedikit saja sbb :
Setelah proses tuning xtal untuk setiap channel selesai dilakukan, sekarang kita fokus pada receive/rx dulu dengan cara :
Setelah antenna dipasang di soketnya, coba temukan rekan2 yang sedang berkomunikasi di salah satu channel yang sedang ada penghuninya, kemudian putar inti ferit coil BPF secara bergantian, coil BPF - A dan coil BPF - B sampai jarum indikator S meter menunjuk paling besar signalnya ke kanan dan akan disertai pula dengan besarnya audio yang terdengar di speaker radio.
Kemudian sekarang coba transmit, untuk mengadjust coil BPF pada waktu transmit/tx biar akurat proses penyetelan coil BPF nya jangan menekan PTT Mic dulu, tapi tekan kebawah ke posisi CALL saklar FUNCTION - CALIB - CALL dan akan terdengar nada tone pada speaker radio.
Nada tone ini untuk keperluan adjusment/tuning pada waktu transmit/tx sebagai pengganti audio mudulasi, jadi hasil tuningnya akan lebih akurat daripada menggunakan audio untuk modulasi dari suara manusia lewat microphone yang tidak tetap levelnya pada mode ssb.
Ketika kita menekan saklar ke posisi CALL sambil menahannya, putar inti ferit coil BPF di A maupun di B secara bergantian, sambil memperhatikan jarum indikator power output tx atau PO yang paling besar menunjuk ke arah kanan. atau lebih baik pakai PO/SWR meter yang dipasang di antara out radio dan dummy load atau antenna.
Untuk proses tuning tx dan rx selanjutnya silahkan dipelajari sendiri pada buku manual FT180A.
MENGGANTI X'TAL DENGAN PLL/FLL/DDS DLL

Cara menginjeksikan PLL/FLL dll.

Apabila anda mau mengganti xtal dengan rangkaian lain seperti PLL/FLL dll, caranya output dari PLL/FLL tsb tinggal di injeksikan saja di kaki basis transistor Q01 pada X'tal Osc unit seperti pada skematik diatas yang sebelumnya harus anda potong dulu jalur pcbnya yang menuju ke dioda switch channel D01 s/d D06 (lihat skematik diatas)
Rangkaian PLL yang menggunakan ic TC9122 yang sudah saya posting beberapa waktu lalu juga bisa dipergunakan disini, atau silahkan bisa juga anda menggunakan rangkaian PLL/FLL/DDS lainnya.
Silahkan klik link dibawah ini untuk PLL denagn TC9122
PLL UNTUK 11MHz DENGAN TC9122

PLL untuk 11MHz dengan TC9122

DDS

Berbagai macam DDS yang bisa dipergunakan

Atau bisa juga menggunakan rangkaian HXO atau campuran antara frekwensi VFO dengan X'tal Oscilator. Silahkan klik link dibawah ini
OSCILATOR 3 BAND 80, 40, 26 METERS UNTUK YAESU FT180A DLL

HXO 26, 40, 80 Meters Band

Skematik diatas sebenarnya saduran dari skematiknya X'tal Osc Unit Yaesu FT180A yang kemudian saya modif sedikit dengan menambahkan rangkaian Ballance Dioda Mixer untuk mencampur antara frekwensi dari VFO dan X'tal Oscilator.
VFO bisa menggunakan bekas/lepasan VFO radio Kenwood TS120S atau TS130S atau bahkan bisa juga menggunakan VFO buatan sendiri.
COIL BPF VERSI LAIN
Sebelum saya mengakhiri pembahasan sesi terakhir ini, seperti yang sudah saya janjikan diatas bahwa saya akan mengupas juga tentang cara membuat lilitan coil BPF yang pemasangannya boleh terbalik, jadi bisa dipasang di tanda BPF - A maupun di B, bolak balik boleh.
Saya coba membuat coil BPF versi lain, yang dibuat pada koker bobin 5mm dengan ukuran kawat sama seperti ukuran kawatnya trafo IF 10.7MHz. Tetapi saya buat antara kaki B - A saya jumper dengan selembar serabut kabel kecil, jadi tidak ada lilitannya.
Untuk lebih jelasnya biarkanlah gambar berikut yang akan berbicara dan menjelaskan pada anda.

Coil BPF untuk 11MHz yang dililit pada koker bobin 5mm

Coil BPF ini pada pemasangnnya boleh tertukar bisa di BPF tanda A pada gambar RF Unit diatas atau bisa juga di B.
Namun apabila kita memperhatikan skematik RF Unit, kalau coil BPF yang dipasang di tanda B, bagian lilitan sekundenya atau D - E memang tidak difungsikan. lilitan bagian sekunder D - E hanya berfungsi kalau dipasang di tanda A saja (lihat skematik RF Unit).
Tapi tetap saja dibuat lilitan bagian sekunder atau D - E coil BPF ini walaupun mau dipasang di B, tujuannya biar kebalikpun tidak masalah. jadi kita menyimpan stok coil BPF ini bisa bebas bercampur, dan dalam pemasangnnya pada pcb tempat coil BPF bebas saja tidak usah berfikir mana yang harus dipasang di A dan mana yang harus dipasang di B :-)
Pada beberapa modif yang saya lakukan untuk FT180A ke 11MHz ini, coil BPF inilah yang selalu saya pakai.

MODIFIKASI SEDERHANA YAESU FT180A

dari :

YC3LSB
https://sites.google.com/site/yc3lsbqrp

Sudah beberapa tahun  salah satu koleksiku Yaesu FT180A tidak saya pergunakan alias hanya saya taruh aja di rak radio ( buat hiasan kali ha ha ha ha )


Yaesu FT180A ini sudah saya modifikasi bekerja pada 3 Band 80M, 40M satunya dulu masih ramainya berorong orong ria di 10Mc setelah itu saya rubah di 11Mc. Sekarang hanya tinggal unit radionya saja dan oscilator lokalnya sudah pada berantakan. Saya sudah mencobanya beberapa oscilator lokal untuk Yaesu FT180A ini. Dan dengan sedikit penjelasan ini saya berharap teman2 amatir dapat memodifikasi sendiri Yaesu FT180A nya etung2 biar bisa modifikasi sendiri radionya asikkan kalo bisa modifikasi sendiri untuk ascesories yang lain bisa dilihat pada blok teman amatir yang lain tentang modifikasi Yaesu FT180A seperti blognya OmCholis YD1CHS, Om Putut YD3DKP dari kediri dan lain2.

SYSTEM PENYUNTIKAN OSCILATOR LOKAL UNTUK YAESU FT180 A

  • Dua Band VFO ( cara yang seperti ini yang paling mudah dan murah )
  • Dengan Heterodyne Frekwensi Oscilator ( HFO ) yaitu pencampuran Frekwensi dari VFO dengan Oscilator Kristal seperti pada homebrew dua band saya dengan IF 10.7 Mc
  • PLL TC9122 Sytem sama dengan mempergunakan HFO hanya frekwensi VFO kita dapatkan dari frekwensi PLL
  • Memanfaatkan PLL dari Radio CB 27 Mc yang sudah tidak dipakai system juga tidak beda jauh dengan yang diatas.
  • Memanfaatkan HT 2 meteran dari Icom IC2N ( mahal dan sayang masalahnya radionya masih bisa dipakai mojok )

Menurut saya ada beberapa persyaratn dalam memodifikasi radio ini / radio tipe komersial, tidak hanya Yaesu FT180A saja

KRITERIA – KRITERIA YANG HARUS DIPENUHI DALAM MEMODIFIKASI RADIO KOMERSIAL

  • Radio yang akan kita Modifikasi harus dalam keadaan masih dapat bekerja dengan normal baik TX / RX
  • Tersedianya Band Pass Filter untuk dapat bekerja pada frekwensi yang akan kita kerjakan
  • Tersedianya Low  Pass Filter untuk dapat bekerja pada frekwensi yang akan kita kerjakan
  • Apabila kedua seperti point diatas ( Band Pass Filter / Low Pass Filter ) tidak ada berarti kita harus membuatnya sendiri. catatan untuntuk Yaesu FT180A kebetulan untuk Low Pass Filter sudah tersedia dan bekerja pada Frekwensi mulai 2 Mc s/d 18 Mc untuk Band Pass Filternya belum tentu tergantung kita dapat radio tersebut awalnya dikerjakan pada frekwensi brapa ?
  • Harus mengetahui  bagian – bagian dari radio tersebut mana bagian AF Amplifier, bag. Modulator, bag. IF unit baik TX atau RX, RF Unit  baik TX atau RX, bag. RF PA. dan bagian Low Pass Filter
  • Juga harus mengetahui sitem perkabelan daripada masing2 unit agar radio tersebut bisa bekerja dengan maksimal.
  • Tentunya harus mempunyai alat pendukung untuk mengerjakan proyek terseut, Harus ada AVO meterRF Meter, SWR Meter, Frekwensi Counter kalo saya pinjam ke temen lokal masalahnya saya gak punya he he he he, dan juga kita harus mempunyai Skema dari radio tersebut ( jangan kuatir teman kita punya skema manual  dari radio tersebut scan dari buku sory Yaesu ha ha ha ha. anda bisa download di halaman File skema dan manual : Yaesu FT180A tentunya,
BLOC DIAGRAM YAESU FT180A

BEBERAPA HAL TENTANG MODIFIKASI YAESU FT180A :

  • Pertama kali kita mendapatkan radio tersebut biasanya bekerja pada USB karena padaYaesu FT180A pemindaham mode LSB / USB yaitu pada cristal filternya pada umumnya hanya ada satu kristal filter yang bekerja untuk USB disitu ada dua cuma yang satu untuk cristal filter mode AM , Ada dua cara agar dapat bekerja di LSB pada 80M dan 40M band pertama oscilator Lokal dikerjakan di bawah frekwensi IF pada Yaesu FT180A yang sering kita dapatkan If  TX atau RX bekerja pada 10.7 MC LSB dengan  Perhitungan Contoh di 80m band bekerja pada frekwensi 3.8mc s/d 3.9mc adalah 10.7mc – 3.8mc = 6.9mc ( Frekwensi VFO untuk  frekwensi bawah ) 10.7mc – 3.9mc = 6.8mc ( Frekwensi VFO untuk frekwensi atas ) Kesimpulan dari perhitungan diatas untuk dapat bekerja pada frekwensi 3.8mc s/d 3.9mc oscilator lokal frekwensi yang diperlukan adalah antara 6.8mc s/d 6.9mc demikian juga perhitungan tersebut juga berlaku untuk bekerja di 40m band untuk bekerja pd frekwensi 7.0mc  s/d 7.2mc frekwensi VFO yang diperlukan adalah 3.5mc s/d 3.7mc. Dengan range frekwensi pada kisaran seperti diatas baik untuk 80m atau 40m tidak terlalu sulit kita membuatnya seperti tuliasn saya sebelumya Dua Band VFO tetapi untuk VFO tersebut kestabilannya masih kurang memuaskan tetapi sudah cukup lumayan untuk dipergunakan QSO singkat seperti pada event contest, mudah2an dengan penjelasan sederhana ini bisa dimengerti
  • Dengan memodifikasi BFO ini kita lakukan apabila ingin megerjakan radio tersebut untuk dapat bekerja dengan mode LSB / USB dengan mempergunakan cristal flter USB bawaan asli dari yaesu FT180A, frekwensi BFO pd yaesu ft180a adalah sekitar 10.7 mc dengan frekwensi cristal filter yang terpasang adalah 10.698475 MHzmemanfaatkan bagian clarifier BFO  tsb menjadi fix pada frekwensi yang dibutuhkan. Dengan system Modifikasi BFO seperti ini Frekwensi lokal Oscilator dikerjakan diatas IF 10.7Mc dengan perhitungan 10.7Mc + Frekwensi kerja = frekwensi Local Oscilator contoh di 80M ………3.8Mc + 10.7Mc = 14.1Mc begitu juga di 40M band untuk cara yang seperti ini Lokal Oscilator kita buat dengan sisitm HFO ( Heterodyne Frekwensi Oscilator ) untuk rangkaian bisa dilihat pada Posting saya yang dahulu mengenai Homebrew Dua Band dengan IF 10.7Mc dengan menggunakan VFO, PLL atau rangkaian VXO (Variable Freqwensi Oscilator yang kita mixing dengan Oscilator Cristal sesuai dengan band frekwensi yang kita inginkan. frekwensi BFO adalah 10.7 Mc ( 10.700000 Mc ) pada Mode USB  agar bisa bekerja pada mode LSB frekwensi BFO harus kita turunkan sekitar antara 1.5 Kc sampai 2.2 Kc dibawah dari frekwensi cristal filteryaitu sekitar ( 10.696400 Mc ), pada rangkaian BFO di skema yaesu FT180A kita memanfaatkan bagian clarifier BFO  tsb menjadi fix pada frekwensi yang dibutuhkan. Dengan system Modifikasi BFO seperti ini Frekwensi lokal Oscilator dikerjakan diatas IF 10.7Mc dengan perhitungan 10.7Mc + Frekwensi kerja = frekwensi Local Oscilator contoh di 80M ………3.8Mc + 10.7Mc = 14.1Mc begitu juga di 40M band untuk cara yang seperti ini Lokal Oscilator kita buat dengan sisitm HFO ( Heterodyne Frekwensi Oscilator ) untuk rangkaian bisa dilihat pada Posting saya yang dahulu mengenai Homebrew Dua Band dengan IF 10.7Mc dengan menggunakan VFO, PLL atau rangkaian VXO (Variable Freqwensi Oscilator yang kita mixing dengan Oscilator Cristal sesuai dengan band frekwensi yang kita inginkan.
  • Band Pass Filter bisa dipakai dari bawaan radio tersebut tinggal di coba dengan memperkecil nilai capasitor pararel dengan trafo nya ( kalo untuk pada band 80m masih bisa tetapi untuk band diatas 80m kita masih mengurangi beberapa lilit dari trafo tsb ).
  • Yang perlu kita pahami dari masing2 blok radio tsb adalah 1. RF unit dimana kita harus memeprhatikan pada frekwensi berapa dia bekerja ( dengan melihat frekwensi kristal yang terpasang ingat disitu yang tertera adalah frekwensi kerja bukan frekwensi asli dari kristal tsb aslinya frekwensi kerja plus frekwensi if ) 2. Jalur Swiching  low pass filter harus sinkron dengan jalur swiching pada rf unit contoh pada chanel 1 low pas filter harus sesuai dengan frekwensi band pass filter. Itu semua bisa dipahami dengan membaca dengan teliti bagian2 tersebut pada buku naual teknisnya saya kitra tidak terlalu sulit asal kita sabar dan telaten saja pasti bisa.
  • Untuk blok dari local oscilator radio tersebut sambungan dari vcc dan out put ke rf unit kita potong dalam aertian blok local oscilator tersebut tidak di aktifkan lalu input local oscilator di rf unit kita beri input local ascilator yang akan kita pasang.