Showing posts with label FT180A. Show all posts
Showing posts with label FT180A. Show all posts

MODIFIKASI 3 BAND RADIO YAESU FT180A DENGAN DDS VFO

Ini adalah tulisan dari Om Andi Sutandi di : radiotengkorak.blogspot.com
Beliau mahir kotak-katik radio . Tulisan ini bisa dijadikan sebagai referensi untuk modif FT-180A

Artikel sebelumnya yang terkait dengan Modifikasi ini di link dibawah ini :
http://radiotengkorak.blogspot.com/2012/12/modifikasi-tranceiver-yaesu-ft180a.html
Hallo rekan2 sehobi pengunjung setia blog RT apa kabar?
Semoga kabar baik menyertai anda sekeluarga dan semoga juga masih tetap mencintai hobi anda masing2.
Kali ini saya ingin mensharing pengalaman saya dengan anda mengenai Modifikasi 3 Band Radio Yaesu FT180A dengan DDS VFO, yang bekerja pada band 80M, 40M, dan 26M (11Mc).
Sesuai juga dengan beberapa permintaan rekan2 setia pengunjung blog RT yang meminta untuk di tulis kembali artikel mengenai modifikasi radio FT180A ini terutama agar bisa bekerja juga pada mode LSB/USB untuk band 80M, 40M dan 26M walaupun radio ini secara default dari pabriknya rata2 tidak mempunyai/tidak ada dipasang xtal filter untuk mode LSB dan yang ada cuma xtal filter untuk mode AM dan USB saja.
Dan untuk membantu rekan2 yang masih bingung dalam hal ini, maka saya dengan berbekal pengalaman di lapangan saja selama menekuni modifikasi FT180A ini mencoba mensharing pengalaman dengan anda dan semoga bisa berguna/bermanfaat. Amin...
Berhubung waktu saya yang terbatas maka artikelnya akan saya tulis sebagian demi sebagian ya...mohon maaf...

RF Unit Yaesu FT180A yang sudah dipasangkan coil BPF 3 Band dan RX/TX jumper, LPF jumper

Seperti juga artikel2 saya sebelumnya tentang modifikasi FT180A ini, pertama yang harus kita kerjakan adalah membuat lilitan coil BPF dan memasangkannya pada blok RF Unit seperti contoh pada gambar diatas terlihat coil BPF yang sudah terpasang untuk 3 band 80M, 40M dan 26M.
Dan juga kita harus mengerjakan RX/TX jumper lurus untuk operasi simplex seperti terlihat pada gambar diatas dengan lingkaran merah, juga kerjakan LPF jumper untuk ke 3 band yang dipakai sesuai dengan frekwensi kerjanya masing2.

RF Unit Yaesu FT180A dengan coil BPF 80M, 40M, 26M 

Gambar diatas adalah close up coil BPF untuk 3 band yang dipasangkan pada CH 1 : 80M, CH 2 : 40M, CH 3 : 26M pada blok RF Unit Yaesu FT180A

RF Unit Yaesu FT180A dengan RX/TX jumper dan LPF jumper

Gambar diatas ini close up RX jumper dan TX jumper dan juga LPF jumper.
Untuk operasi simplex kerjakan jumper lurus pada RX/TX jumper seperti contoh pada gambar yang dilingkari, sedangkan untuk LPF jumper kerjakan sesuai band/frekwensi kerjanya masing2.

X'tal Filter Yaesu FT180A untuk mode AM dan USB

Gambar berikut diatas ini adalah close up dari X'tal Filter Yaesu FT180A yang secara default dari pabriknya biasanya hanya ada 2 buah Xtal filter yang terpasang untuk mode AM dan USB saja, sedangkan untuk mode LSB tidak ada terpasang X'tal Filternya alias kosong cuma ada tempatnya saja seperti terlihat pada gambar diatas.
Nah...sekarang baru terpikir dan selalu menjadi permasalahan saya bukan anda hehehe...
Bagaimana caranya supaya bisa juga bekerja di mode LSB seperti pada band 80M dan 40M ?
Seperti banyak pada web blog rekan2 lain yang menjelaskan tentang modifikasi FT180A ini supaya bisa bekerja juga pada mode LSB untuk band 80M dan 40M dengan cara membuat frekwensi kerjanya dibawah frekwensi X'tal Filternya.
Contoh berikut ini :
Misal kita mau bekerja di 40 Meter  mode LSB dari 7.000 - 7.100MHz maka perhitungan frekwensi kerjanya sbb :
F1 = 10.7 - 7.0 = 3.7MHz dan F2 = 10.7 - 7.1 = 3.6MHz.

Jadi untuk bisa bekerja dari 7.000 - 7.100MHz dengan mode LSB, maka frekwensi out dari DDS harus bekerja antara 3.6 - 3.7MHz..

Saya sudah mencoba melakukan modifikasi FT180A untuk band 80M dan 40M mode LSB  dngan DDS dengan cara mengerjakan frekwensi kerjanya dibawah frekwensi IF/Xtal filternya ( 10.7MHz ), seperti pada contoh perhitungan diatas, tapi hasilnya nggak bisa ketemu frekwensinya yang pas pada mode LSBnya, kalau mode USB sih...nggak masalah karena memang X'tal filter untuk mode USB sudah tersedia.

Pokoknya dengan berbagai cara ditempuh, readjusting Trimer Capacitor pada X'tal BFO nya dll, dan tetap hasilnya nggak memuaskan.

Bahkan kalau pakai DDS diseting minus ( - ) frekwensi IF nya dengan tujuan frekwensi kerja supaya bekerja dibawah frekwensi X'tal Filternya, malahan DDS nya tidak bekerja atau tidak mengeluarkan frekwensi outnya.

Akhirnya tetap DDS dikerjakan pada mode USB dengan cara seting plus ( + ) frekwensi IF nya, tapi sekarang dicoba dengan cara menggeser frekwensi BFO nya dengan harapan bisa juga bekerja pada mode LSB, tapi hasilnya mengecewakan juga :-(
Setelah melalui proses pemikiran dan teringat dengan sistim mode LSB/USB yang dipakai pada radio CB, akhirnya timbul ide untuk menirukannya,
Dan setelah melalui hasil uji coba, ternyata hasilnya sudah memuaskan, tercapai sesuai harapan.
Dengan cara memodif sedikit pada sekitar rangkaian X'tal BFO pada Local Unit dan menambahkan rangkaian sejenis DC switch untuk mode LSB nya yang dirakit diatas pcb lobang yang berukuran kecil saja.
Untuk menjelaskan lagi kepada anda, silahkan perhatikan skematik2 berikut dibawah ini :

Carrier/Local Unit FT180A aslinya sebelum dimodif

Carrier/Local Unit FT180A dengan lingkaran merah yang akan dimodif

Carrier/Local Unit FT180A yang sudah dimodif  sedemikian rupa agar bisa ditambahkan mode LSB

Carrier/Local Unit FT180A yang sudah dimodif dan ditambah sirkuit untuk mode LSB

Pada modif seperti pada skematik diatas untuk Clarifier pada knob radio di cover depan radio Yaesu FT180A tidak saya fungsikan lagi supaya tidak membingungkan, karena pada DDS sudah ada fasilitas untuk RIT sebagai pengganti Clarifier bawaan radio.

Carrier/Local Unit FT180A yang sudah digambar ulang sesuai gambar sebelumnya diatas sebagai ilustrasi apa yang diinginkan pada gambar sebelumnya

Rangkaian tambahan yang merupakan DC switch untuk mengaktifkan Trimer Capasitor/TC mode LSB

Rangkaian tambahan seperti pada gambar diatas adalah merupakan rangkaian DC switch yang berfungsi untuk mengaktifkan/menonaktifkan mode LSB sehingga frekwensi BFO nya bisa di geser dengan cara menyetel Trimer Capasitor/TC untuk mode LSB dan dikontrol dengan tegangan antara 5 - 12 Volts pada kaki Basis transistor tipe C1815 melalui resistor 5K6,
Sehingga pada posisi saklar mode LSB di ON kan, maka transistor C1815 yang berfungsi sebagai saklar akan bekerja dan mengeluarkan tegangannya melalui kaki Colectornya ke Trimer Capasitor/TC mode LSB, sehingga TC ini bisa di adjust untuk menggeser frekwensi BFO nya dari posisi mode USB ke posisi mode LSB.
Dan sebaliknya kalau saklar mode LSB di OFF kan, maka sekarang akan berpindah lagi pada mode USB lagi normalnya.
Untuk DDS yang mempunyai fasilitas Switch Mode LSB/USB, atau pada pin Swich Mode ini akan mengeluarkan tegangan +5V yang bisa di masukkan tegangannya ke transistor DC Switch C1815 tadi melalui resistor 5K6 sehingga otomatis ketika kita menekan saklar mode LSB/USB pada DDS akan berpindah modenya dari LSB ke USB atau sebaliknya.
Jadi keuntungan kita yang didapat dari modif seperti ini, disemua band 80M, 40M, 26M tetap bisa bekerja dengan mode LSB maupun USB kalau diperlukan di band mana saja bisa tanpa harus merubah frekwensi kerjanya dibawah frekwensi IF.
Frekwensi kerja DDS tetap diseting diatas frekwensi IF selamanya supaya tidak ada masalah juga dengan pembacaan frekwensinya pada layar LCD DDS nya.

Local Unit Yaesu FT180A dengan rangkaian tambahan untuk mode LSB

Local Unit Yaesu FT180A dengan rangkaian tambahan untuk mode LSB dalam tanda lingkaran merah

DDS VFO COMPACT yang  dipakai untuk modif FT180A
hasil karya rekan saya mas Paiman dari Malang

Local Unit Yaesu FT180A tampak bawah, dimodif untuk menginjeksikan DDS

Pada gambar diatas terlihat kabel out DDS ( kabel warna kuning ) diinjeksikan pada kaki basis Q1 melalui kapasitor 0.1uF dan juga pada kaki basis Q1 ada sebuah resistor 4K7 ke tegangan + untuk pemberian bias + nya pada transistor Q1 supaya tetap bekerja.
DDS out bisa diinjeksikan langsung pada basis transistor Q1 pada pcb local unit, yang sudah sedikit dimodif seperti pada skema local unit tadi ditas, bisa juga di tambahkan terlebih dahulu kapasitor 0.1uF antara kabel dari out DDS dengan titik kaki Basis Q1 ataupun langsung tanpa kapasitor.
Seperti yang terlihat pada skema yang sudah dimodif, ada tambahan resistor 4K7 pada kaki Basis transistor Q1 ke jalur tegangan + sebagai pengganti tegangan + yang sebelumnya datang dari arah 6 dioda  switch chanel, supaya transistor Q1 ini tetap bekerja dengan tetap mendapatkan bias + walaupun jalur pcb yang menuju ke 6 dioda switch sudah dipotong jalurnya ( lihat skematiknya ).

Relay Band Switch 80M, 40M, 26M

Gambar diatas ini adalah Relay Band Switch untuk 3 band 80M, 40M dan 26M, adalah unit tambahan yang dirakit pada pcb lobang yang berfungsi untuk menggantikan Saklar Rotary Chanel pada FT180A.
Dengan menggantikan fungsi daripada Saklar Rotary Chanel tersebut dengan Unit Relay Band Switch ini, perpindahan bandnya bisa langsung dikontrol sekaligus dengan DDS seiring perpindahan bandnya secara otomatis relay2nya akan memilih/menyambungkan/menyesuaikan dengan BPF dan LPF nya dan Saklar Rotary Chanel tidak difungsikan lagi selamanya.

Skematik Relay Band Switch 80M, 40M, 26M untuk modif Yaesu FT180A dengan DDS

Untuk skematik Relay Band Switch seperti yang terlihat diatas masing2 tiap band hanya memerlukan sebuah relay 2 induk, dengan komponen pendukung sebagai relay drivernya cukup menggunakan transistor C1815 yang bekerja sebagai DC Switch yang bertugas untuk mengaktifkan/menonaktifkan relaynya sesuai dengan band yang dipilih dan kaki basis trassistor C1815 ini mendapatkan tegangan umpan +5V dari band switch DDS melalui sebuah resistor 5K6, sehingga relay akan bekerja untuk menghubungkan relay LPF dengan - (gnd ), sehingga LPF yang terpilih aktif.
Dan induk relay lainnya akan menghubungkan tegangan +8V dengan RX/TX band, sehingga membuat BPF yang terpilih sesuai bandnya aktif.
Karena fungsi Relay Band Switch Unit yang dikontrol DDS sudah menggantikan Saklar Rotary Channel FT180A, maka soket2 kabel dari Saklar Rotary Channel yang menuju ke board RF Unit di lepas saja seperti J10, J11, J12.
Dan kabel +8V yang datang dari Relay Band Switch Unit bisa disolderkan langsung pada J11 atau J12 (RX/TX Band ) sesuai chanelnya yang dipakai, setelah soket P11 dan P12 dari Saklar Rotary Channel sudah dilepas terlebih dahulu.
Keterangan : Sebelumnya  tegangan +8V pada J11, J12 ini datang dari Saklar Rotary Channel
Misal pada modifikasi saya ini ch 1 untuk 80M, ch 2 unutk 40M dan ch 3 untuk 26M atau lihat pada soket J11 dan J12 ada nomor chanel di pcbnya.

Relay Band Switch 80M, 40M, 26M, tampak bawah

Selamat mencoba dan semoga sukses
Disclaimer :
Admin Radio Tengkorak tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang mungkin terjadi pada radio Yaesu FT180A anda, setelah anda melalukan modifikasi ini.

MODIFIKASI SEDERHANA YAESU FT180A

dari :

YC3LSB
https://sites.google.com/site/yc3lsbqrp

Sudah beberapa tahun  salah satu koleksiku Yaesu FT180A tidak saya pergunakan alias hanya saya taruh aja di rak radio ( buat hiasan kali ha ha ha ha )


Yaesu FT180A ini sudah saya modifikasi bekerja pada 3 Band 80M, 40M satunya dulu masih ramainya berorong orong ria di 10Mc setelah itu saya rubah di 11Mc. Sekarang hanya tinggal unit radionya saja dan oscilator lokalnya sudah pada berantakan. Saya sudah mencobanya beberapa oscilator lokal untuk Yaesu FT180A ini. Dan dengan sedikit penjelasan ini saya berharap teman2 amatir dapat memodifikasi sendiri Yaesu FT180A nya etung2 biar bisa modifikasi sendiri radionya asikkan kalo bisa modifikasi sendiri untuk ascesories yang lain bisa dilihat pada blok teman amatir yang lain tentang modifikasi Yaesu FT180A seperti blognya OmCholis YD1CHS, Om Putut YD3DKP dari kediri dan lain2.

SYSTEM PENYUNTIKAN OSCILATOR LOKAL UNTUK YAESU FT180 A

  • Dua Band VFO ( cara yang seperti ini yang paling mudah dan murah )
  • Dengan Heterodyne Frekwensi Oscilator ( HFO ) yaitu pencampuran Frekwensi dari VFO dengan Oscilator Kristal seperti pada homebrew dua band saya dengan IF 10.7 Mc
  • PLL TC9122 Sytem sama dengan mempergunakan HFO hanya frekwensi VFO kita dapatkan dari frekwensi PLL
  • Memanfaatkan PLL dari Radio CB 27 Mc yang sudah tidak dipakai system juga tidak beda jauh dengan yang diatas.
  • Memanfaatkan HT 2 meteran dari Icom IC2N ( mahal dan sayang masalahnya radionya masih bisa dipakai mojok )

Menurut saya ada beberapa persyaratn dalam memodifikasi radio ini / radio tipe komersial, tidak hanya Yaesu FT180A saja

KRITERIA – KRITERIA YANG HARUS DIPENUHI DALAM MEMODIFIKASI RADIO KOMERSIAL

  • Radio yang akan kita Modifikasi harus dalam keadaan masih dapat bekerja dengan normal baik TX / RX
  • Tersedianya Band Pass Filter untuk dapat bekerja pada frekwensi yang akan kita kerjakan
  • Tersedianya Low  Pass Filter untuk dapat bekerja pada frekwensi yang akan kita kerjakan
  • Apabila kedua seperti point diatas ( Band Pass Filter / Low Pass Filter ) tidak ada berarti kita harus membuatnya sendiri. catatan untuntuk Yaesu FT180A kebetulan untuk Low Pass Filter sudah tersedia dan bekerja pada Frekwensi mulai 2 Mc s/d 18 Mc untuk Band Pass Filternya belum tentu tergantung kita dapat radio tersebut awalnya dikerjakan pada frekwensi brapa ?
  • Harus mengetahui  bagian – bagian dari radio tersebut mana bagian AF Amplifier, bag. Modulator, bag. IF unit baik TX atau RX, RF Unit  baik TX atau RX, bag. RF PA. dan bagian Low Pass Filter
  • Juga harus mengetahui sitem perkabelan daripada masing2 unit agar radio tersebut bisa bekerja dengan maksimal.
  • Tentunya harus mempunyai alat pendukung untuk mengerjakan proyek terseut, Harus ada AVO meterRF Meter, SWR Meter, Frekwensi Counter kalo saya pinjam ke temen lokal masalahnya saya gak punya he he he he, dan juga kita harus mempunyai Skema dari radio tersebut ( jangan kuatir teman kita punya skema manual  dari radio tersebut scan dari buku sory Yaesu ha ha ha ha. anda bisa download di halaman File skema dan manual : Yaesu FT180A tentunya,
BLOC DIAGRAM YAESU FT180A

BEBERAPA HAL TENTANG MODIFIKASI YAESU FT180A :

  • Pertama kali kita mendapatkan radio tersebut biasanya bekerja pada USB karena padaYaesu FT180A pemindaham mode LSB / USB yaitu pada cristal filternya pada umumnya hanya ada satu kristal filter yang bekerja untuk USB disitu ada dua cuma yang satu untuk cristal filter mode AM , Ada dua cara agar dapat bekerja di LSB pada 80M dan 40M band pertama oscilator Lokal dikerjakan di bawah frekwensi IF pada Yaesu FT180A yang sering kita dapatkan If  TX atau RX bekerja pada 10.7 MC LSB dengan  Perhitungan Contoh di 80m band bekerja pada frekwensi 3.8mc s/d 3.9mc adalah 10.7mc – 3.8mc = 6.9mc ( Frekwensi VFO untuk  frekwensi bawah ) 10.7mc – 3.9mc = 6.8mc ( Frekwensi VFO untuk frekwensi atas ) Kesimpulan dari perhitungan diatas untuk dapat bekerja pada frekwensi 3.8mc s/d 3.9mc oscilator lokal frekwensi yang diperlukan adalah antara 6.8mc s/d 6.9mc demikian juga perhitungan tersebut juga berlaku untuk bekerja di 40m band untuk bekerja pd frekwensi 7.0mc  s/d 7.2mc frekwensi VFO yang diperlukan adalah 3.5mc s/d 3.7mc. Dengan range frekwensi pada kisaran seperti diatas baik untuk 80m atau 40m tidak terlalu sulit kita membuatnya seperti tuliasn saya sebelumya Dua Band VFO tetapi untuk VFO tersebut kestabilannya masih kurang memuaskan tetapi sudah cukup lumayan untuk dipergunakan QSO singkat seperti pada event contest, mudah2an dengan penjelasan sederhana ini bisa dimengerti
  • Dengan memodifikasi BFO ini kita lakukan apabila ingin megerjakan radio tersebut untuk dapat bekerja dengan mode LSB / USB dengan mempergunakan cristal flter USB bawaan asli dari yaesu FT180A, frekwensi BFO pd yaesu ft180a adalah sekitar 10.7 mc dengan frekwensi cristal filter yang terpasang adalah 10.698475 MHzmemanfaatkan bagian clarifier BFO  tsb menjadi fix pada frekwensi yang dibutuhkan. Dengan system Modifikasi BFO seperti ini Frekwensi lokal Oscilator dikerjakan diatas IF 10.7Mc dengan perhitungan 10.7Mc + Frekwensi kerja = frekwensi Local Oscilator contoh di 80M ………3.8Mc + 10.7Mc = 14.1Mc begitu juga di 40M band untuk cara yang seperti ini Lokal Oscilator kita buat dengan sisitm HFO ( Heterodyne Frekwensi Oscilator ) untuk rangkaian bisa dilihat pada Posting saya yang dahulu mengenai Homebrew Dua Band dengan IF 10.7Mc dengan menggunakan VFO, PLL atau rangkaian VXO (Variable Freqwensi Oscilator yang kita mixing dengan Oscilator Cristal sesuai dengan band frekwensi yang kita inginkan. frekwensi BFO adalah 10.7 Mc ( 10.700000 Mc ) pada Mode USB  agar bisa bekerja pada mode LSB frekwensi BFO harus kita turunkan sekitar antara 1.5 Kc sampai 2.2 Kc dibawah dari frekwensi cristal filteryaitu sekitar ( 10.696400 Mc ), pada rangkaian BFO di skema yaesu FT180A kita memanfaatkan bagian clarifier BFO  tsb menjadi fix pada frekwensi yang dibutuhkan. Dengan system Modifikasi BFO seperti ini Frekwensi lokal Oscilator dikerjakan diatas IF 10.7Mc dengan perhitungan 10.7Mc + Frekwensi kerja = frekwensi Local Oscilator contoh di 80M ………3.8Mc + 10.7Mc = 14.1Mc begitu juga di 40M band untuk cara yang seperti ini Lokal Oscilator kita buat dengan sisitm HFO ( Heterodyne Frekwensi Oscilator ) untuk rangkaian bisa dilihat pada Posting saya yang dahulu mengenai Homebrew Dua Band dengan IF 10.7Mc dengan menggunakan VFO, PLL atau rangkaian VXO (Variable Freqwensi Oscilator yang kita mixing dengan Oscilator Cristal sesuai dengan band frekwensi yang kita inginkan.
  • Band Pass Filter bisa dipakai dari bawaan radio tersebut tinggal di coba dengan memperkecil nilai capasitor pararel dengan trafo nya ( kalo untuk pada band 80m masih bisa tetapi untuk band diatas 80m kita masih mengurangi beberapa lilit dari trafo tsb ).
  • Yang perlu kita pahami dari masing2 blok radio tsb adalah 1. RF unit dimana kita harus memeprhatikan pada frekwensi berapa dia bekerja ( dengan melihat frekwensi kristal yang terpasang ingat disitu yang tertera adalah frekwensi kerja bukan frekwensi asli dari kristal tsb aslinya frekwensi kerja plus frekwensi if ) 2. Jalur Swiching  low pass filter harus sinkron dengan jalur swiching pada rf unit contoh pada chanel 1 low pas filter harus sesuai dengan frekwensi band pass filter. Itu semua bisa dipahami dengan membaca dengan teliti bagian2 tersebut pada buku naual teknisnya saya kitra tidak terlalu sulit asal kita sabar dan telaten saja pasti bisa.
  • Untuk blok dari local oscilator radio tersebut sambungan dari vcc dan out put ke rf unit kita potong dalam aertian blok local oscilator tersebut tidak di aktifkan lalu input local oscilator di rf unit kita beri input local ascilator yang akan kita pasang.